November 8, 2026
Peta satelit sebaran titik panas kebakaran hutan dan lahan di Papua

Sebaran titik api di Papua terpantau lewat Zoom Earth. (Foto: Screenshot detikINET)

Tagar All Eyes on Papua ramai di media sosial seiring meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Papua. Data MapBiomas mencatat 70.808 hektare kawasan taman nasional terbakar pada Januari–September 2026.

PAPUA — Tagar dan seruan “All Eyes on Papua” menggema di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Warganet membagikan citra satelit, foto langit berasap, dan kabar warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tanah Papua.

Seperti dilaporkan detikINET, pantauan peta panas di layanan Zoom Earth memperlihatkan banyak titik api di wilayah selatan Papua. Data MapBiomas Indonesia bersama Yayasan Auriga Nusantara mencatat 70.808 hektare lahan terbakar di 47 taman nasional di Indonesia sepanjang Januari–September 2026, dengan Taman Nasional Wasur di Merauke menjadi yang terluas, yakni 21.277,79 hektare, disusul Taman Nasional Lorentz sekitar 14.345 hektare.

Dampak ke Kesehatan Warga

Asap karhutla juga mengancam kesehatan. detikINET mengutip data yang menyebut 81.355 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat di Kabupaten Mimika. Sebelumnya, Desa Bersuara juga melaporkan bahwa total luas lahan terbakar di Papua Selatan mencapai sekitar 319 ribu hektare menurut catatan Celios dan GoodStats.

Taman Nasional Wasur dan Lorentz merupakan kawasan penting bagi keanekaragaman hayati, termasuk habitat burung cenderawasih, sekaligus ruang hidup masyarakat adat. Kebakaran yang berulang dikhawatirkan merusak ekosistem rawa dan savana yang membutuhkan waktu lama untuk pulih.

Gelombang seruan di media sosial ini diharapkan mendorong penanganan yang lebih cepat dari pemerintah pusat dan daerah, mulai dari pemadaman, penegakan hukum terhadap pembakaran lahan, hingga layanan kesehatan bagi warga terdampak.

Disarikan dari detikINET.

Tinggalkan Balasan