November 1, 2026
Panggung Gema Membangun Desa 2026 di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat

Suasana Gema Membangun Desa 2026 di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. (Foto: Dok. Desa Bersuara)

Program Gema Membangun Desa (GMD) Pemprov Kalbar hadir di Desa Karimunting, Bengkayang, membawa layanan kesehatan, adminduk, keringanan pajak kendaraan, dan 1.000 paket sembako murah, sekaligus menampung aspirasi warga untuk APBD 2027.

BENGKAYANG — Pemerintah datang ke desa, bukan warga yang harus jauh-jauh ke kota. Itulah semangat Gema Membangun Desa (GMD), program jemput bola Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) yang kini menyapa Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, pada 29–31 Oktober 2026.

Gelaran GMD kelima ini dipimpin langsung Gubernur Kalbar Ria Norsan, didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalbar Erlina Ria Norsan, Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang, serta unsur Forkopimda. Kegiatan diawali malam ramah tamah di halaman Kantor Camat Sungai Raya Kepulauan, Kamis (29/10/2026), lalu dibuka resmi keesokan harinya.

Apa Itu Gema Membangun Desa?

GMD adalah cara Pemprov Kalbar mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat, menyerap aspirasi warga secara langsung, dan mempercepat pembangunan di tingkat desa. Rangkaiannya meliputi pelayanan publik, kunjungan lapangan, dan dialog pembangunan bersama warga. Program ini menjangkau wilayah pesisir, pedalaman, hingga daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Sepanjang 2026, GMD telah singgah di sejumlah desa, antara lain Temajuk di Kecamatan Paloh, Sambas, yang dijuluki “Surga Ekor Borneo”; Teluk Batang di Kayong Utara; dan Serimbu di Kecamatan Air Besar, Landak. Karimunting menjadi persinggahan berikutnya, dan Ketapang direncanakan menyusul.

“Gema Membangun Desa bukan sekadar agenda pemerintah, melainkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan masyarakat.”

Ria Norsan, Gubernur Kalimantan Barat

Layanan Lengkap dalam Satu Lokasi

Di Karimunting, warga bisa mengurus berbagai keperluan di satu tempat tanpa harus bepergian jauh:

  • Layanan kesehatan bagi warga.
  • Administrasi kependudukan, seperti pengurusan dokumen identitas.
  • Keringanan pajak kendaraan bermotor: pemilik kendaraan yang menunggak cukup membayar pokok pajak tanpa denda.
  • Pasar murah dengan 1.000 paket kebutuhan pokok yang dijual di bawah harga pasar.

Di desa-desa sebelumnya, GMD juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis, layanan KB, sunatan massal, pameran produk UMKM lokal, gelar pangan murah bersama Bank Kalbar, hingga lomba olahraga rakyat dan hiburan malam yang menghidupkan suasana kampung.

“Kami berharap berbagai pelayanan yang dihadirkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” kata Ria Norsan.

Aspirasi Warga Masuk APBD 2027

GMD juga menjadi ruang dengar bagi pemerintah. Usulan warga Bengkayang dicatat untuk diperjuangkan dalam APBD Provinsi Kalbar 2027. Salah satu yang menonjol adalah usulan dermaga di Pulau Lemukutan, yang diharapkan memperlancar konektivitas warga kepulauan sekaligus menggerakkan wisata bahari Bengkayang.

“Insyaallah akan kita tampung dan kita lanjutkan dalam program APBD Provinsi Kalimantan Barat tahun 2027,” ujar Norsan.

“Pembangunan harus menjangkau seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah pesisir dan kepulauan.”

Ria Norsan, Gubernur Kalimantan Barat

Dengan sekitar 2.046 desa di Kalimantan Barat, Norsan menargetkan GMD menjangkau seluruh kabupaten dan kota dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Menyapa dari Pintu ke Pintu

Kamis malam, sang gubernur menyusuri jalan desa dan mendatangi rumah-rumah warga Karimunting. Ia menyerahkan paket sembako dan santunan kepada warga yang membutuhkan.

“Kita ingin memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari perhatian pemerintah,” kata Norsan. Salah satu penerima, Hendra, tak menyembunyikan rasa syukurnya. “Terima kasih kepada Bapak Gubernur atas perhatian dan bantuan yang diberikan,” ujarnya.

Dari Temajuk hingga Karimunting, Gema Membangun Desa menunjukkan bahwa pembangunan Kalimantan Barat dimulai dari desa, dengan pemerintah yang datang, mendengar, dan melayani langsung di tengah warganya.

Disarikan dari Suara Kalbar, Pontianak Post, Aksaraloka, Jurnalis.co.id, serta laporan GMD sebelumnya di Suara Kalbar, Suara Kalbar, dan Tribun Pontianak.

Tinggalkan Balasan