November 1, 2026
Nelayan kecil mengikuti pelatihan penggunaan GPS dari Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi di Aula Kantor Kecamatan Tarumajaya

Pelatihan penggunaan GPS untuk menentukan daerah penangkapan ikan bagi nelayan kecil di Aula Kantor Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Selasa (27/10/2026). (Foto: Jaja Jaelani/Diskominfosantik Kab. Bekasi)

Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi melatih 50 nelayan kecil di Tarumajaya menggunakan GPS dan membaca informasi cuaca BMKG agar melaut lebih aman, efisien, dan hemat bahan bakar.

BEKASI — Nelayan kecil di pesisir utara Kabupaten Bekasi kini punya bekal baru sebelum melaut. Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi menggelar pelatihan penggunaan Global Positioning System (GPS) dan pembacaan informasi cuaca bagi 50 nelayan setempat di Aula Kantor Kecamatan Tarumajaya, Selasa (27/10/2026).

Pelatihan ini membantu nelayan menentukan daerah penangkapan ikan (fishing ground), mengetahui posisi koordinat saat di laut, dan memahami kondisi cuaca sebelum berangkat. Narasumber yang dihadirkan antara lain Andi Cahyadi dari Stasiun Meteorologi Kelas I BMKG Tanjung Priok, serta koordinator penyuluh yang berpengalaman dalam pelatihan GPS dan navigasi nelayan.

Melek Teknologi, Paham Kondisi Alam

Ketua Tim Pemberdayaan Nelayan Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Tasim Suryadi, mengatakan pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan nelayan memanfaatkan teknologi, sekaligus memperkuat aspek mitigasi dan navigasi.

“Harapannya, nelayan kita mulai melek teknologi dan mampu memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Selain itu, ada aspek mitigasi dan navigasi, sehingga nelayan bisa mengetahui posisi koordinatnya serta memahami kondisi alam sebelum melaut.”

Tasim Suryadi, Ketua Tim Pemberdayaan Nelayan Dinas Perikanan Kab. Bekasi

Menurut Tasim, aktivitas penangkapan ikan sangat dipengaruhi kondisi perairan seperti tinggi gelombang, kecepatan arus, kecepatan angin, dan potensi hujan. Karena itu, nelayan diajak membaca informasi cuaca dari aplikasi BMKG sebelum memutuskan melaut, terutama menjelang musim hujan dan angin barat.

Cukup dengan Ponsel

Selama ini, sebagian nelayan masih mengandalkan pengalaman, insting, dan kebiasaan dalam menentukan lokasi tangkapan. Teknologi hadir untuk melengkapi pengalaman itu: membantu menemukan lokasi ikan, menghemat waktu pencarian, dan mengefisienkan penggunaan bahan bakar.

Kabar baiknya, nelayan tidak perlu membeli perangkat mahal. Telepon seluler yang sudah dimiliki cukup untuk mengakses aplikasi BMKG dan memanfaatkan fitur GPS.

“Dengan memanfaatkan teknologi yang sudah tersedia, kami berharap nelayan memiliki perencanaan operasional penangkapan ikan yang lebih baik. Harapannya, waktu penangkapan lebih efisien, penggunaan bahan bakar lebih hemat, dan hasil tangkapan bisa sesuai target, dengan tetap mengutamakan keselamatan,” ujar Tasim.

Berikutnya Muaragembong

Berdasarkan data Dinas Perikanan, jumlah nelayan di Kabupaten Bekasi mencapai 4.073 orang. Sekitar 75 persen di antaranya berada di Kecamatan Muaragembong, sekitar 20 persen di Tarumajaya, dan sisanya di Babelan serta Cabangbungin.

Tasim menyebut pelatihan serupa berpeluang digelar di wilayah pesisir lain jika hasil evaluasi menunjukkan manfaat bagi nelayan. Muaragembong, dengan populasi nelayan terbesar, menjadi salah satu wilayah yang dipertimbangkan.

“Prinsipnya, nelayan kita harus selamat dan sejahtera. Selamat secara fisik dan sejahtera secara ekonomi,” tutup Tasim.

Disarikan dari Portal Jabar, Pemkab Bekasi, dan Tirta Bhagasasi.

Tinggalkan Balasan