Oktober 31, 2026
Presiden Prabowo Subianto bersama Bahlil Lahadalia dan jajaran kabinet dalam sidang kabinet

Presiden Prabowo Subianto bersama Menko Bahlil Lahadalia (kedua dari kiri) dalam sebuah sidang kabinet. (Foto: Istimewa)

Menko Bahlil Lahadalia melaporkan kemajuan program listrik desa kepada Presiden Prabowo. Rasio elektrifikasi nasional kini 99,8 persen, dan peresmian listrik desa di 1.413 titik dijadwalkan dalam waktu dekat.

JAKARTA — Cahaya listrik terus merambat ke desa-desa di seluruh Nusantara. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia melaporkan kemajuan program listrik desa kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Usai pertemuan, Bahlil menyampaikan bahwa Presiden dijadwalkan meresmikan sambungan listrik desa di 1.413 titik dalam waktu dekat. Lokasi peresmian kemungkinan besar berada di Sulawesi.

Rasio Elektrifikasi Nyaris 100 Persen

Capaian ini melengkapi kabar baik yang disampaikan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung sepekan sebelumnya. Menurutnya, rasio elektrifikasi nasional kini telah menembus 99,8 persen.

“Untuk di bidang ketenagalistrikan, rasio elektrifikasi nasional tadi kami sudah sampaikan sudah mencapai 99,8 persen.”

Yuliot Tanjung, Wakil Menteri ESDM

Yuliot menegaskan, penyediaan listrik merupakan tanggung jawab negara untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat. “Kita harus memperluas jaringan listrik sehingga ke desa-desa, di seluruh dusun,” ujarnya.

Bertahap dan Terukur hingga 2030

Program listrik desa berjalan sejak 2025 dengan target yang terus meningkat: sekitar 1.400 desa pada 2025 dan lebih dari 4.000 desa pada 2026. Sekitar 11.000 desa dan dusun yang belum teraliri listrik secara memadai menjadi sasaran berikutnya, dengan target seluruhnya terlayani pada 2029–2030.

Pemerintah juga menjangkau rumah tangga kurang mampu melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), yang menanggung biaya penyambungan baru hingga sekitar Rp2 juta per rumah. Di sisi kualitas layanan, jaringan yang sudah ada terus diperkuat. Di Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, misalnya, dipasang trafo 50 kVA dan tiang baru untuk mengatasi tegangan rendah.

Dari Hulu ke Hilir: Baterai Kendaraan Listrik

Dalam laporan yang sama, Bahlil juga menyampaikan kesiapan pabrik baterai kendaraan listrik hasil kolaborasi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan CATL asal Tiongkok. Fasilitas tersebut telah rampung dibangun dan siap diresmikan setelah memasuki tahap produksi awal, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik.

“Integrasi dari hulu hingga hilir—mulai dari penambangan, pengolahan mineral, hingga produksi sel baterai—merupakan langkah langka yang hanya dimiliki sedikit negara,” kata Bahlil.

Bagi warga desa, listrik bukan sekadar penerang malam. Listrik membuka jalan bagi anak-anak belajar, usaha rumahan berkembang, hingga pertanian dan perikanan yang lebih produktif. Dengan elektrifikasi yang terus bergerak mantap, terang kini semakin dekat bagi setiap dusun di Indonesia.

Disarikan dari Patroli Hukum Indonesia, Berita Senator, dan RCTI+.

Tinggalkan Balasan