Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Irwan Meilano di acara VOGA. Selasa, (3/11/2026)( KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU
Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi melepas 61 lulusan pendidikan vokasi Ocean Institute of Indonesia (OII) untuk bekerja di lima negara pada Selasa (3/11/2026). Pengiriman ini dirancang bukan sekadar sebagai penyaluran tenaga kerja maritim, melainkan strategi jangka panjang untuk mereplikasi standar industri perikanan global di Tanah Air.
Pelepasan yang berlangsung dalam acara Vocational Goes to Actors (VOGA) 2026 ini mencakup penempatan ke Taiwan (27 orang), Jepang (22 orang), Suriname (6 orang), Korea Selatan (5 orang), dan Malaysia (1 orang). Dari total tersebut, 44 orang merupakan lulusan perikanan tangkap, 10 orang dari pengolahan hasil perikanan, dan 7 orang dari perikanan budi daya.
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Irwan Meilano menegaskan, nilai utama dari penempatan internasional ini bukanlah durasi kerja di luar negeri, melainkan ilmu terapan yang wajib diserap oleh para lulusan.
“Yang lebih penting adalah mereka mendapatkan pengalaman di lokasi industri terbaik, yang kemudian dibawa kembali untuk membangun industri dan kewirausahaan kita di dalam negeri,” tegas Irwan.
Irwan juga menyoroti pergeseran drastis tren pekerjaan di sektor maritim akibat disrupsi teknologi. Ia menyebut industri masa kini menuntut profesi modern seperti operator pakan otomatis di tambak, teknisi sistem budi daya terintegrasi, analis data satelit, pilot drone pesisir, hingga ahli karbon biru dan mangrove. Untuk menjawab gap tersebut, KKP menggandeng 13 mitra dunia usaha dan dunia industri (DUDI) guna merombak kurikulum vokasi secara total.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP) sekaligus Direktur Eksekutif OII, I Nyoman Radiarta, memastikan program ini tidak akan berhenti sebagai seremonial. KKP telah menetapkan lima langkah strategis pasca-VOGA 2026, mencakup pengawalan rekrutmen pemagangan, penyelarasan kurikulum berkelanjutan, pengembangan sistem penempatan kerja, penguatan peran alumni, dan evaluasi rutin.”Persiapan sudah kami lakukan sejak awal mereka di bangku kuliah, termasuk pelatihan bahasa dan kelengkapan prosedur. Ke depan, untuk periode 2026–2027, total ada 302 lulusan yang dijadwalkan berangkat,” ungkap Nyoman.
Kebutuhan SDM untuk Megaproyek NasionalPenyelarasan kompetensi OII dengan kebutuhan industri sangat mendesak untuk memasok tenaga ahli ke berbagai program prioritas nasional. Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga tahun 2029 serta distribusi 4.582 unit kapal perikanan.
Di sektor budi daya, KKP juga membutuhkan ratusan tenaga teknis untuk proyek Integrated Shrimp Farming di Sumba Timur, revitalisasi tambak Pantai Utara Jawa, dan budi daya ikan sistem Mini Recirculating Aquaculture System (RAS). Proyek-proyek berskala masif ini tidak bisa dijalankan oleh lulusan yang hanya bermodal ijazah, melainkan membutuhkan pekerja dengan sertifikasi kompetensi, keluwesan soft skill, dan penguasaan teknologi tingkat tinggi di lapangan.
