November 4, 2026
01m6fmt7dvqgw9f0c2jtx8r0pr

Kondisi jalan di Payangan, Gianyar yang amblas karena hujan, Senin (02/11/2026). Foto: Dok. Polres Gianyar

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Bangli, Bali, sejak Minggu (1/11/2026) hingga Senin (2/11/2026) telah memicu serangkaian bencana hidrometeorologi. Cuaca ekstrem ini mengakibatkan tanah longsor, pohon tumbang, serta jalan amblas di delapan titik berbeda yang tersebar di kedua kabupaten tersebut tanpa menimbulkan korban jiwa.

Kerusakan Infrastruktur dan Akses Jalan Terputus

Di Kabupaten Bangli, sebuah akses jalan penghubung utama antara Desa Peninjoan dan Desa Bangbang di Kecamatan Tembuku dilaporkan terputus total akibat jebol. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 23.00 WITA ini berlokasi di ruas jalan penghubung Banjar Pulasari Kawan, Desa Peninjoan. Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Bangli, Iptu I Gede Gumiliarta, menjelaskan bahwa amblasnya jalan diduga terjadi karena saluran air atau gorong-gorong di lokasi tidak mampu menampung besarnya debit air hujan dan luapan sungai. Akibatnya, masyarakat yang hendak melintas terpaksa harus menggunakan jalur alternatif memutar melalui Pulasari Kangin dengan jarak tempuh tambahan sejauh tiga hingga empat kilometer.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Gianyar. Pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 03.00 WITA, badan jalan di Banjar Gambih, Desa Buahan, Kecamatan Payangan, amblas sepanjang 15 meter dengan lebar tujuh meter. Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda Gusti Ngurah Suardita, mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif karena kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil dan sangat rawan terhadap longsor susulan.

Material Longsor Timbun Ruko dan Rumah Warga

Selain memutus akses transportasi, cuaca ekstrem di Bangli juga memicu tanah longsor di kawasan Pura Kehen, Banjar Pekuwon, Kelurahan Cempaga, pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 05.00 WITA. Material longsor menimbun empat buah ruko milik warga setempat, yakni Jro Gede Kehen (75), Ni Ketut Wariasih (58), I Ketut Wakil (63), dan Ni Ketut Suratini (57), serta melumpuhkan akses jalan di depan kawasan pura tersebut. Kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Sebelumnya, pada Minggu (1/11/2026) pukul 23.00 WITA, longsor dari area persawahan juga menimpa sebuah rumah warga di Banjar Tangkas, Desa Susut, Kecamatan Susut, Bangli, dengan estimasi kerugian materiil mencapai Rp 50 juta. Secara keseluruhan, lima titik bencana di Kabupaten Bangli menyebabkan kerugian materiil sekitar Rp 160 juta.

Di wilayah Gianyar, titik longsor lainnya dilaporkan terjadi pada pukul 01.30 WITA di Banjar Yeh Tengah, Desa Kelusa, yang menutup total akses jalan menuju Pura Mengening serta merobohkan kabel listrik milik PLN. Longsor juga menutupi Jalan Raya Buahan, Banjar Susut pada pukul 06.00 WITA, namun tumpukan material setebal 40 sentimeter tersebut berhasil dibersihkan oleh petugas gabungan pada pukul 09.45 WITA sehingga arus lalu lintas kembali normal.

Merespons rentetan bencana ini, Kapolres Bangli AKBP Anggun Adhika Putra telah turun langsung meninjau lokasi dan secara tegas meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas bepergian ke luar rumah jika tidak mendesak, terutama saat hujan deras yang disertai angin kencang melanda. Pihak kepolisian juga telah memasang tanda peringatan bahaya dan mengalihkan arus lalu lintas di sejumlah lokasi rawan.

Catatan Redaksi: Berita ini disadur dari 20.detik.com, Kumparan News, JPNN Bali, dan Kompas Regional.

Tinggalkan Balasan