November 8, 2026
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi dalam seminar nasional FKH Universitas Udayana

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi di seminar nasional FKH Universitas Udayana, Badung, Bali, Jumat (6/11/2026). (Foto: Beritasatu.com/Sopian Hadi)

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengajak fakultas kedokteran hewan terlibat membangun peternakan modern di kawasan transmigrasi. Sekitar 3,1 juta hektare lahan potensial disiapkan untuk menutup kesenjangan kebutuhan daging dan susu.

DENPASAR — Kementerian Transmigrasi menggandeng perguruan tinggi untuk mewujudkan swasembada protein hewani. Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyampaikan hal itu saat berkunjung ke Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (FKH Unud), Bali.

Seperti dilaporkan Beritasatu, Viva Yoga menyebut kawasan transmigrasi memiliki sekitar 3,1 juta hektare lahan potensial yang bisa dikembangkan untuk peternakan sapi modern. Lahan tersebut diharapkan menjadi basis produksi daging dan susu nasional sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga transmigran.

Kesenjangan Kebutuhan dan Produksi

Kebutuhan daging sapi dan kerbau nasional tercatat sekitar 794.290 ton, sementara produksi dalam negeri baru 421.210 ton. Kesenjangan lebih lebar terjadi pada susu: kebutuhan pada 2025 mencapai sekitar 4,7 juta ton, sedangkan produksi baru sekitar 820.870 ton. Selama ini, kekurangan tersebut sebagian besar ditutup dengan impor.

Untuk itu, Viva Yoga mengajak 14 fakultas kedokteran hewan di Indonesia ikut terlibat, mulai dari riset, pendampingan kesehatan ternak, hingga penyiapan sumber daya manusia di kawasan transmigrasi.

Terhubung dengan Program Kampung Nelayan

Selain peternakan, pengembangan protein hewani di kawasan transmigrasi juga dikaitkan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat pasokan protein dari sektor perikanan. Kolaborasi pemerintah dan kampus ini diharapkan menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pangan.

Disarikan dari Beritasatu.

Tinggalkan Balasan