November 6, 2026
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Lampung Economic and Investment Forum 2026

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memaparkan potensi investasi dalam Lampung Economic & Investment Forum (LEIF) 2026 di Jakarta, Rabu (4/11/2026). (Foto: Biro Adpim Lampung)

Di LEIF 2026, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memaparkan peluang hilirisasi kopi, singkong, nanas hingga energi terbarukan di depan 100 lebih calon investor, dengan ekonomi Lampung tumbuh 5,29 persen.

JAKARTA — Lampung menatap masa depan ekonominya dengan optimistis. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memaparkan potensi dan peluang investasi daerahnya di hadapan lebih dari 100 calon investor domestik dan internasional dalam Lampung Economic & Investment Forum (LEIF) 2026 di Grand Ballroom Fairmont Hotel Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Forum bertema “From Potential to Partnership: Accelerating Sustainable Investment in Lampung” yang digelar Pemprov Lampung bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung ini ditindaklanjuti dengan pertemuan one-on-one dan penandatanganan letter of intent (LoI) dengan para investor.

Gerbang Sumatera dengan Ekonomi yang Melaju

Gubernur Mirza menegaskan posisi strategis Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera, ditopang konektivitas, sumber daya alam, serta basis produksi pertanian dan perkebunan yang kuat. Pada triwulan II 2026, ekonomi Lampung tumbuh 5,29 persen (yoy), tertinggi kedua di Sumatera. Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Lampung sepanjang 2026 tumbuh 5,0–5,6 persen.

Komoditas unggulan seperti padi, jagung, singkong, nanas, kopi, hingga hasil peternakan dan perikanan membuka peluang besar bagi industri pengolahan. Selain itu, Lampung juga menawarkan peluang di sektor energi terbarukan, pariwisata, industri, infrastruktur, dan ekonomi biru.

“Kita tidak ingin hanya menjual bahan mentah. Lampung harus mampu mengembangkan industri pengolahan sehingga komoditas yang dihasilkan memiliki nilai tambah lebih besar.”

Rahmat Mirzani Djausal, Gubernur Lampung

Tiga Komitmen untuk Investor

Untuk mewujudkan peluang tersebut, Pemprov Lampung menyiapkan tiga langkah penguatan iklim investasi:

  1. Perizinan cepat, transparan, dan berbasis digital.
  2. Kepastian regulasi dan tata ruang, disertai insentif dan kemudahan prosedur investasi.
  3. Iklim investasi yang kondusif melalui fasilitasi proaktif, kepastian lahan, dan dukungan infrastruktur.

“Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen membangun iklim investasi yang terbuka, responsif, dan kondusif sehingga peluang-peluang yang ada dapat diwujudkan menjadi kerja sama nyata,” kata Gubernur Mirza.

Kepercayaan Investor Terus Tumbuh

Tingginya minat dunia usaha tecermin dari 11 kisah sukses investasi yang dipaparkan dalam LEIF 2026. Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyebut forum ini sebagai momentum memperluas kemitraan strategis, sementara Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam keynote speech menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah.

Kepala Perwakilan BI Lampung Bimo Epyanto menilai fundamental ekonomi Lampung yang kuat menjadi modal penting untuk menarik investasi, dengan ruang besar untuk tumbuh lewat hilirisasi komoditas unggulan. Pemilik Sungai Budi Group Widarto turut menyoroti peluang industri berbasis komoditas, sedangkan Direktur Investasi PT Danantara Investment Management Dr. Fadli Rahman menekankan pentingnya kesiapan proyek dan kemitraan strategis.

Dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, Bank Indonesia, dan dunia usaha, Lampung optimistis investasi berkualitas akan mempercepat nilai tambah komoditas unggulan, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan inklusif, termasuk bagi petani dan pelaku usaha di desa-desa Lampung.

Disarikan dari Biro Adpim Provinsi Lampung dan Radarcom.id.

Tinggalkan Balasan