Oktober 31, 2026
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Humas Setkab)

Seskab Teddy Indra Wijaya mendadak meninjau asrama Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bekasi pada malam hari, membawa tas dan kaus dari Presiden Prabowo. Hingga Oktober 2026, 265 Sekolah Rakyat telah berdiri di 131 kabupaten/kota dan lebih dari 45 ribu anak kembali bersekolah.

BEKASI — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melakukan kunjungan mendadak ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bekasi di Cikarang, Jawa Barat, pada malam hari, sekitar pukul 20.50 WIB. Kunjungan dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya, usai Teddy mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam rapat di Hambalang, Bogor.

“Sengaja datang tanpa pemberitahuan sebelumnya, karena ingin melihat langsung keseharian anak-anak.”

Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet

Bernyanyi Bersama di Asrama

Didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Teddy menyambangi asrama putra jenjang SMA dan memeriksa sejumlah fasilitas sekolah. Para siswa menyambutnya dengan bernyanyi bersama, membawakan lagu “Ku Tak Bisa” dan “Laskar Pelangi”, yang ikut dinyanyikan Teddy.

Teddy juga membawa titipan dari Presiden. “Salam hormat, salam sayang, salam semangat dari Bapak Presiden, Bapak Prabowo. Ada sedikit oleh-oleh dari Pak Presiden. Ada tas, ada kaos. Silakan itu dipakai, digunakan,” ujarnya. Ia berpesan agar para siswa selalu gembira dan saling menghibur bila ada teman yang sedang bersedih. “Di sini intinya harus gembira,” katanya.

Teddy mengaku terharu melihat gedung baru sekolah yang lengkap fasilitasnya, serta dedikasi kepala sekolah, guru, dan wali asrama. Ia juga berbincang dengan para siswa, di antaranya Al Tariq, yang sudah kehilangan kedua orang tuanya sejak usia tiga tahun. Kini Al Tariq bisa kembali belajar dan bercita-cita menjadi dokter spesialis terbaik di Indonesia.

265 Sekolah, 45 Ribu Anak

Sekolah Rakyat adalah sekolah berasrama gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin, salah satu program prioritas Presiden Prabowo untuk memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan. Menurut Teddy, perkembangannya signifikan.

“Hingga Oktober 2026, sebanyak 265 Sekolah Rakyat telah selesai dibangun dan tersebar di 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Lebih dari 45 ribu anak jalanan kini memiliki kesempatan untuk kembali bersekolah.”

Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet

Para siswa tidak hanya mendapat pendidikan, tetapi juga tempat tinggal yang layak, fasilitas belajar dan olahraga, makanan bergizi, serta layanan kesehatan. “Semoga seluruh anak-anak Indonesia tanpa terkecuali dapat meraih cita-cita mereka kelak,” ujar Teddy.

Pengamat: Bentuk Pengawasan Langsung

Pengamat politik sekaligus pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, menilai kunjungan malam tanpa seremoni itu sebagai bentuk pengawasan efektif untuk memastikan program prioritas Presiden benar-benar berjalan di lapangan. “Itu cara orang yang mau tahu sendiri program Pak Prabowo jalan atau nggak. Dia nggak puas cuma baca laporan,” katanya.

Meski begitu, Hendri mengingatkan agar pengawasan tidak hanya bertumpu pada kunjungan Sekretariat Kabinet. Ia mendorong Kementerian Sosial memperkuat kontrol internal di seluruh Sekolah Rakyat, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah rajin memantau kualitas pembelajaran di kelas.

Disarikan dari Sekretariat Kabinet, presidenri.go.id, Warta Kota, dan Media Indonesia.

Tinggalkan Balasan